Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan berbasis Enterprise Architecture Digital Menggunakan TOGAF

Authors

  • Aditya Abdurachman Polikteknik Piksi Ganesha, Bandung, Indonesia Author
  • Ardi Taryanto Polikteknik Piksi Ganesha, Bandung, Indonesia Author
  • Candra Mecca Sufyana Polikteknik Piksi Ganesha, Bandung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.38035/systemic.v1i2.61

Keywords:

Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Sistem Informasi Perpustakaan, Transformasi Digital, Kementerian PUPR

Abstract

Transformasi digital pada instansi pemerintah menuntut pengelolaan informasi yang terintegrasi, efisien, dan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Perpustakaan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki peran strategis sebagai pusat pengelolaan pengetahuan, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fragmentasi data, keterbatasan integrasi sistem, serta belum tersedianya arsitektur teknologi yang terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture (EA) sebagai landasan pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Digital menggunakan kerangka kerja TOGAF Architecture Development Method (ADM). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan analisis kebutuhan pengguna. Tahapan TOGAF ADM yang diterapkan meliputi Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information Systems Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions, Migration Planning, serta Implementation Governance. Hasil penelitian menghasilkan blueprint Enterprise Architecture yang mencakup arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi yang saling terintegrasi. Blueprint tersebut menggambarkan proses bisnis layanan perpustakaan digital, integrasi basis data koleksi dan pengguna, rancangan aplikasi berbasis web, serta infrastruktur teknologi yang mendukung interoperabilitas, keamanan informasi, dan skalabilitas sistem. Rancangan yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan koleksi, mempercepat temu kembali informasi, meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna, serta mendukung implementasi transformasi digital di lingkungan Kementerian PUPR. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model perancangan Enterprise Architecture yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan sistem informasi perpustakaan pada instansi pemerintah maupun organisasi sejenis yang mengelola sumber daya informasi secara digital.

References

Aier, S., Fischer, C., & Winter, R. (2011). Construction and evaluation of a meta-model for enterprise architecture design principles. International Journal of Organisational Design and Engineering, 1(3), 248–271.

Bernard, S. A. (2020). An introduction to enterprise architecture (4th ed.). AuthorHouse.

Bate'e, D. N., Yuditianingsih, U., Karyadi, & Sufyana, C. M. (2022). Aplikasi E-Transaksi dan pelaporan kegiatan di Galeri Investasi Politeknik Piksi Ganesha. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 6(4), 590–599. https://doi.org/10.35870/jtik.v6i4.615

Koontz, C., & Gubbin, B. (2010). IFLA public library service guidelines (2nd ed.). IFLA Publications.

Lankhorst, M. (2017). Enterprise architecture at work: Modelling, communication and analysis (4th ed.). Springer.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Open Group. (2018). TOGAF® standard, version 9.2. The Open Group.

Rowley, J. (2019). The electronic library. Emerald Publishing.

Sessions, R. (2007). A comparison of the top four enterprise architecture methodologies. Microsoft Developer Network.

Simon, D., Fischbach, K., & Schoder, D. (2014). Enterprise architecture management and its role in corporate strategic management. Information Systems and e-Business Management, 12(1), 5–42.

The Open Group. (2018). TOGAF® standard, version 9.2. The Open Group.

United Nations. (2022). United Nations e-government survey 2022: The future of digital government. United Nations.

World Wide Web Consortium. (2021). Data on the web best practices. W3C.

International Organization for Standardization. (2023). ISO/IEC 25010: Systems and software quality models. ISO.

International Federation of Library Associations and Institutions. (2022). IFLA trend report 2022 update. IFLA.

Jurnal, J. T. I. K. (2023). Perancangan Sistem Informasi E-Arsip Dokumen di Bappelitbang Kota Bandung Berbasis PHPRAD. Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi), 7(1), 1.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2023). Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Berners-Lee, T., Hendler, J., & Lassila, O. (2001). The semantic web. Scientific American, 284(5), 34–43.

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2022). Management information systems: Managing the digital firm (17th ed.). Pearson.

Turban, E., Pollard, C., & Wood, G. (2021). Information technology for management: Driving digital transformation to increase local and global performance, growth and sustainability (12th ed.). Wiley.

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan berbasis Enterprise Architecture Digital Menggunakan TOGAF. (2026). SYSTEMIC RESEARCH: Systemic and Information Technology Journal, 1(2), 68-80. https://doi.org/10.38035/systemic.v1i2.61